Produk Knowledge

Compressed Natural Gas/CNG dengan kualitas terbaik

Produk

Tinjauan teoritis Compresses Natural Gas (CNG), Gas alam yang terkompressi.

Artinya : Dalam kondisi dibawah tekanan 200 bar dalam ruang 1m3 dapat memuat 100 m3 gas alam, sehingga ekonomis untuk ditransportasikan tanpa melalui pipa gas (Virtual Piping). Disisi lain investasi pipa gas sangat mahal dan terkait dengan Right of Way (ROW) yang  banyak pada kasus menjadi tantangan sendiri.

Perbedaan LPG dan CNG

Liquid Petroleum Gas (LPG) Made out of C3 (butane)
and C4 (ethane)

Characteristic : 

  1. Density is heavier than air (udara): 1,89 kg/m3 vs. 1,29 kg/m3,
  2. Calorific value is approx. 10.000-11.000 kcal/kg,
  3. Made through out process in a refinery (from crude oil) or LPG processing facility (from gas),
  4. Carbon emission is higher than that of natural gas/CNG,
  5. Stored as liquid in a LPG cylinder: +/- 8 bar.
Natural Gas (CNG) is dominatedby C1
(methane)

Characteristic : 

  1. Density is lighter than air (udara): 0,8 kg/m3 vs. 1,29 kg/m3, much less risk of explosion or catching fire.
  2. Calorific value is approx. 8.000 -9.000 kcal/kg depending on gas well location,
  3. No processing necessary,
  4. Carbon emission is lower than that of LPG,
  5. Stored in a gas cylinder in form of gas phase: +/- 200-250 bar.

Prosedur Perhitungan Tagihan Gas ke Pelanggan

1.Pressur Gauge (PG)

Menunjukan tekanan operasi gas setelah keluar dari PRS dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

2.Flowmeter

Menunjukan jumlah gas yang terpakai dalam kondisi AKTUAL / NORMAL (Tekanan Operasi dan Suhu Operasi):

Angka FM (awal bulan):X

Angka FM (akhir bulan):y

3.Y-X=VA

yaitu jumlah pemakaian gas Aktual (Normal)/bulan dalam Am3 (Aktual m3)

 

4.Menghitung Pemakaian

Untuk menghitung pemakaian maka Kondisi Aktual /Normal harus dikonversi ke Kondisi Standard pada tekanan Atmosfir dan Suhu 27 ℃ dengan rumus dibawah ini.

Keterangan :

Vs : Volume CNG PADA STANDARD KONDISI : Suhu 27 ℃ (300 Kelvin) dan tekanan 1 atmosfitr (1,01325 bar) yang dipakai pelanggan dan ditagihkan dalam kwitasi penagihan dalam Sm3 (Standar meter kubik).

VA : Volume CNG sesuai penunjukan flowmeter gas yang diukur pada tekanan operasional P ops (Barg) dan suhu operasional T ops (℃) dalam Am2 (Aktual meter kubik).

P ops: Tekanan operasional dari gas yang mengalir melalui flowmeter gas dalam Barg.

T ops: Suhu operasional dari gas yang mengalir melalui flowmeter gas dalam derajat celcius (Centigrade).

K : Faktor super Kompresibilitas ( Super Compressibility Factor), untuk P ops ≤ 4 bar, K dianggap = (1 + 0,0002 P ops).

 

5. Tagihan pelanggan berdasarkan standar m3 (Sm3) adalah :

Nominal Tagihan (Rp)=Vs (Sm3) x Hrg.Gas (Rp/Sm3).

Instalasi CNG di Pelanggan

Instalasi luar :

Koneksi antara tabung  -PRS-Flow meter : Tanggung Jawab SBE.

Installasi dalam :

Koneksi antara Flowmeter – ke peralatan seperti kompor (High and Low press) boiler, heater, burner dsb, menjadi tanggung jawab pelangan.

Performance Monitoring System (PMS)

Objectives :

  1. Untuk mengetahui apakah konsumsi Compressed Natural Gas (CNG) dibandingkan dengan Liquefied Petroleum Gas), menunjukan suatu penghematan dalam biaya operasioanal.
  2. Data yang diperlukan adalah Historical data rasio antara biaya LPG dengan revenue (%) dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
  3. Prosedur PMS : PMS ini dirancang untuk membandingkan historical data dengan data pemakaian CNG terkini yang akan dimonitor dalam kurun waktu 6-12 bulan (prosedur PMS lihat ilustrasi).

Prosedur :

  1. Historical data ratio biaya pemakaian LPG dibandingkan dengan Revenue dalam (%). Revenue adalah pendapatan dari restoran / restoran hotel yang menggunakan LPG. Historical data ini tidak perlu diambil dari bulan Januari, bulan apapun bisa digunakan sebagai start awal dan berakhir 12 bulan kemudian.
  2. Dari historical data dapat ditentukan garis rerata (%)(Mean Median Line).
  3. Data akuisisi setiap bulan untuk ratio biaya CNG revenue (%). Revenue adalah pendapatan dari restoran / restoran hotel yang menggunakan CNG.
  4. Dari data akuisisi perbulan dapat ditentukan garis rerata % ( Mean Median Lne ).
  5. Setelah 6 bulan maka dapata dilihat apakah pemakaian CNG memberikan efisiensi dibandingkan LPG.
  6. Selisih antara kedua angka rata-rata tersebut adalah angka EFISIENSI %.

Service Level Commitment

GTM distribusi dan peralatan utama disediakan oleh PT.SBE yaitu:

  1. Tabung di  pelanggan (disesuaikan dengan Vol Harian +bufer),
  2. PRS (Incl.Hater)
  3. Flow meter
  4. Instalasi luar

Service Level Commitment (SLC):

  1. Keluhan pelanggan akan direspon oleh teknisi SBE dalam waktu maksimal 3 (jam), 7×24 jam dalam seminggu.
  2. Perhagantian parts (apabila diperlukan) akan direspond oleh teknisi SBE dalam waktu maksimal 2×24 jam.
  3. Perawatan instalasi berkala 1 bulan sekali.
  4. Pelayanan tambahan untuk service kompor, boiler, dan burner dsb, atas diluar pelanggan diluar harga gas.
  5. Instalasi tambahan pemipaan baik luar/dalam apabila pelanggan ingin menambah peralatan atas biaya pelanggan diluar harga gas.

Formulir Data Pelanggan sebelum konversi ke CNG
(data saat ini)

Mohon input Format "dd/mm/yyyy"